Advertisement

Memasang iklan di kendaraan bermotor

posted in: Advertising | 0

Protected by Copyscape

Memasang iklan di kendaraan bermotor (Car advertising) atau iklan berjalan bermula pada awal tahun 2015 dengan munculnya sebuah startup bernama Wrapify di Amerika Serikat yang mengajak para pemilik mobil maupun pengemudi menjadikan bodi kendaraannya media iklan. Mulanya, pemasang iklan melakukan branding lewat kendaraan atau angkutan umum.

Namun, sejak tahun 2015, car advertising ini mulai menyentuh kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor. Hal itu secara tidak langsung membuat munculnya beberapa startup serupa di Indonesia. Teknisnya serupa, yakni mengajak pengemudi atau pemilik mobil untuk menjadikan bodi kendaraannya sebagai media iklan, dengan itu para pemilik kendaraan akan mendapatkan komisi dari pemasangan iklan tersebut yang dihitung melalui jarak tempuh kendaraan.

Di Indonesia, iklan jenis ini terus booming hingga sekarang. Bahkan, kini tidak segan para pemilik kendaraan, terutama mereka pekerja online untuk mem-branding kendaraannya.

Teknisnya yakni mengajak pengemudi atau pemilik mobil untuk menjadikan bodi kendaraannya sebagai media iklan. Biaya investasi melalui car branding jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pemasangan iklan pada media cetak dan elektronik. Dengan cara itu para pemilik kendaraan akan mendapatkan komisi dari pemasangan iklan. Hal tersebut dimungkinkan dengan dukungan GPS tracking yang akan memonitor, mulai dari posisi dan rute mobil, hingga jarak tempuh dalam kilometer (Km). Nantinya pengemudi akan dibayar per-Km untuk membawa kendaraan mereka yang telah dibungkus stiker merek pengiklan. Sementara pengiklan dijanjikan akan mendapatkan yang hasil yang maksimal dari model iklan luar ruang.

Kelebihan dan kekurangan iklan berjalan

Metode beriklan ini tetap punya plus minus bagi perusahaan pemasang iklan.

Plusnya adalah iklan dapat berpindah-pindah menyasar jalan-jalan yang tidak bisa dicapai billboard atau videotron yang mungkin hanya ada di jalan-jalan besar saja.

Minusnya, mobil pemasang iklan tidak bisa selalu berjalan dijalanan seperti malam hari dan mungkin ada lagi yang lainnya. Namun tetap metode seperti ini bisa jadi memberikan impression lebih besar dibandingkan billboard.

Keuntungan ada pada pengemudi atau pemilik mobil sebagai pemasang iklan dimana ada tambahan penghasilan dari mobil yang digunakan sehari-hari.

Apalagi jika pengemudi juga tergabung pada layanan taksi online seperti GoCar, GrabCar ataupun Uber. Tentunya makin banyak penghasilan yang didapatkan dan dapat menjadi tambahan untuk cicilan kredit mobil tiap bulannya.

Hal tersebut yang mungkin menjadi inspirasi para founder startup car advertising lokal indonesia untuk membangun konsep yang sama dengan Wrapify. Karena jalanan yang ada di kota besar Amerika juga sama dengan Indonesia ini.

Berikut beberapa Starup Car advertising yang perlu Anda ketahui, apabila Anda ingin mobil pribadi Anda menjadi mesin pencetak uang berjalan!

Ubiklan

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Ubiklan ini didirikan oleh Glorio Yulianto dan Kalvin Handoko pada akhir tahun 2016. Afiliasi perusahaan periklanan Warna Warni Group, Triandy Gunawan dan Benny Girsang telah mengelontorkan dana tahap awal (seed funding) lebih dari Rp1,3 Miliar.

Berikut informasi mengenai Ubiklan.

Pilihan Pemasangan : bodi mobil bagian belakang (partial), pintu kanan-kiri (side) dan kap mobil depan (front), dan kaca mobil belakang (back).

Estimasi Penghasilan : Hingga Rp 1.150.000 per bulan dengan estimasi jarak 1000km.

Mitra : Achilles, Boxaladin, Carmudi, Cermati, Ciputra, Deliveree, Tokopedia, Jamba Juice, Montir, Nannys Pavillon, Polytron dan Rumah123.

Ubiklan memanfaatkan GPS untuk pelacakan mobil melalui smartphone pengemudi.

Baca Juga : Tips Promosi dengan media Billboard

Sti-Car

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Startup selanjutnya adalah Sti-car yang didirikan oleh Rio Darmawan, Enzo Hutabarat, dan Eric Rammada pada tahun 2016.

Mereka membatasi batas maksimal jarak yang ditempuh mitra pengemudi lebih dari 50km setiap harinya.

Berikut informasi mengenai Sti-car.

Pilihan Pemasangan : Pintu mobil kanan-kiri (side), kaca belakang (back) dan full bodi (pintu + kaca belakang).

Estimasi Penghasilan : Hingga Rp 1.500.000 per bulan untuk pemasangan Full bodi dengan estimasi jarak 1000km.

Mitra : Modalku, Lenovo, Setipe, Zenrooms, GoBox, Myrepublic, Aljazeerah Restaurant.

PROMOGO

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Startup ini didirikan pada tahun 2016 oleh Sergio Rusli dan Andrew Tanyono dengan ribuan mitra pengemudi dan keberhasilan mereka dalam menggaet beberapa perusahaan seperti Wings, Allianz, Fabelio hingga GO-JEK untuk beriklan melalui layanan yang mereka sediakan. Berbeda dari yang lain, Promogo mengembangkan iklan indoor dengan memanfaatkan LCD.

Berikut informasi mengenai Promogo.

Pilihan Pemasangan : hanya pintu samping kanan kiri (side), setengah badan mobil belakang (partial), full bodi, kaca belakang mobil (back), dan indoor dengan bantuan LCD.

Estimasi Penghasilan : Hingga Rp 3.000.000/bulan dengan estimasi jarak 1000km.

Mitra : Allianz, Blibli, Express Group,Euphorics, Gojek, Holiday Inn, Indonesia Flight, Liputan6, Sampoerna University, Wings Group.

KarAds

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

KarAds mengikuti jejak startup sebelumnya dengan meluncurkan layanannya sejak bulan Mei 2016. Startup ini masih mengandalkan dana sendiri alias bootstrapping untuk menjalankan operasional.

Seperti Promogo, hingga akhir Februari 2017 lalu, KarAds berhasil menggandeng sekitar seribu pengemudi mobil.

Berikut informasi mengenai KarAds.

Pilihan Pemasangan : Kaca belakang (back), Full bagian belakang(Full Back), kanan-kiri bodi (side), kanan-kiri serta bodi belakang (partial), dan full bodi keseluruhan.

Estimasi Penghasilan : Hingga Rp 1.000.000/bulan.

Mitra : –

Doqar

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Doqar berdiri pada bulan Agustus 2016 oleh Eko Mulyanto dan Freddy Gunawinata. startup yang mereka dirikan ini meluncurkan layanan secara beta pada tanggal 14 Februari 2017 lalu dan beroperasi secara bootstrapping atau menggunakan dana sendiri.

Dikabarkan per Maret 2017 kemarin, DoQar mengklaim telah menerima tidak kurang dari lima ratus pendaftar.

Berikut informasi mengenai Doqar.

Pilihan Pemasangan : kaca belakang (back), pintu kanan kiri + kaca belakang(partial) dan full bodi.

Estimasi Penghasilan : Hingga Rp 2.000.000/bulan untuk pemasangan full bodi dan jarak tempuh 1000km/hari.

Mitra : –

StickEarn

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Ratusan mobil dikabarkan telah bergabung dengan startup yang didirikan oleh Garry Limanata, Sugito Alim, Hartanto Alim, serta Archie sejak akhir 2016 lalu. Meskipun baru, startup ini telah mendapatkan pendanaan oleh angel investor yang tidak bisa disebutkan.

Sekitar 10 perusahaan yang memanfaatkan layanan dari startup ini untuk beriklan hingga awal tahun 2017.

Berikut informasi mengenai StickEarn

Pilihan Pemasangan : kaca belakang(back), pintu kanan-kiri(side), kaca belakang + pintu kanan-kiri(partial), setengah bodi mobil(half) dan full bodi.

Estimasi Penghasilan : –

Mitra : –

WrapMobil

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Didirikan oleh Manish Nathani sejak akhir tahun 2016 yang lalu dengan menawarkan iklan di bodi mobil para mitra pengemudi mobil. jarak tempuh pengemudi tentu saja masih mengandalkan fitur GPS yang ada di smartphone pengemudi.

Belum diketahui startup ini telah mendapatkan pendanaan atau masih menggunakan dana sendiri alias bootstrapping.

Berikut informasi mengenai WrapMobil.

Pilihan Pemasangan : Setengah bodi mobil (Partial) dan full bodi.

Estimasi Penghasilan : Hingga Rp 3.000.000/bulan untuk pemasangan full bodi dan Rp 2.000.000/bulan untuk pemasangan setengah bodi mobil dengan estimasi jarak tempuh minimal 1000km.

Mitra : –

Klana

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Startup ini mengikuti persaingan car advertising di Indonesia.  Tidak hanya pemasangan iklan melalui bodi mobil, Klana juga kini berfokus pada iklan di bagian dalam mobil disamping pengemudi mobil dijadikan sebagai brand ambassador bagi perusahaan tertentu.

Walaupun tersedia layanan pemasangan iklan pada bodi mobil, namun saat ini Klana fokus pada iklan di bagian dalam mobil atau indoor. Selain pemasangan iklan di bodi mobil ataupun indoor, mereka juga menjadikan pengemudi sebagai brand ambassador bagi perusahaan pemasang iklan.

Berikut informasi mengenai Klana.

Pilihan Pemasangan : Setengah bodi mobil (Partial) , full bodi dan Indoor.

Estimasi Penghasilan : –

Mitra : –

Karta

Memasang iklan di kendaraan bermotor Familly Advertising

Sedikit berbeda dari startup iklan sebelumnya, Karta menggunakan kendaraan beroda dua untuk memasarkan iklan-iklan dari perusahaan mitranya. Startup ini didirikan oleh Andrew T. Setiawan dan 2 orang rekannya, Tjokro Wimantara dan Jeff Hendrata. Seperti biasa, Karta menggunakan GPS yang ada di smartphone para pengendaranya untuk menghitung jarak tempuh dari kendaraan yang digunakan. Bagi Anda yang memiliki motor, jadikan Karta sebagai salah satu pilihannya.

Kesimpulan

Setelah membaca artikel ini, ternyata kendaraan pribadi kita bisa dijadikan sebagai alat pencetak uang berjalan sekaligus menjadi income sampingan. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri pada situs resmi startup di atas dan jadikan kendaraan Anda tidak hanya menjadi barang konsumtif saja tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan yang produktif. Banyak pilihan untuk kalian yang ingin memanfaatkan mobil sebagai penghasilan tambahan. Saya sering melihat Sti-car dan Ubiklan, namun sesekali melihat KarAds, Promogo, StickEarn, Doqar.

Persaingan akan semakin ketat karena terlalu banyak kompetitor. Harga iklan, jumlah pengemudi akan menjadi faktor penentu perusahaan pemasang iklan bekerjasama.Sedangkan fee menarik akan mempengaruhi tingkat ketertarikan pengemudi.

Mereka mulai di jarak waktu yang tidak terlalu berjauhan dan juga menurut saya mereka belum terlihat keunikan dari masing-masing. Jadi persaingan akan sehat.